OBAT-OBATAN KESEHATAN MENTAL
Perhatikan Baik-Baik: Anda harus mendiskusikan informasi apa pun di bagian ini dengan penyedia layanan kesehatan mental Anda.
Obat-obatan psikiatris memengaruhi cairan kimia otak yang mengatur berbagai emosi dan pola pikir. Mereka biasanya lebih efektif bila digunakan bersama-sama dengan psikoterapi. Dalam beberapa kasus, obat-obatan dapat mengurangi gejala sehingga beberapa metode rencana perawatan lainnya bisa lebih efektif. Misalnya, pengobatan dapat meredakan gejala depresi seperti kehilangan energi dan kurang konsentrasi, memungkinkan seseorang untuk lebih terlibat dalam terapi bicara.
Namun, meramalkan siapa yang akan memberikan respons terhadap obat apa, bisa menjadi hal yang sulit karena obat yang berbeda mungkin bekerja lebih baik untuk satu orang ketimbang orang lain. Para dokter biasanya meninjau catatan klinis untuk melihat apakah ada bukti untuk merekomendasikan satu obat dibandingkan yang lainnya. Mereka juga mempertimbangkan riwayat keluarga dan berbagai efek samping ketika meresepkan obat.
Bertahanlah sampai Anda menemukan obat (atau kombinasi obat) yang cocok untuk Anda. Beberapa obat psikiatris bekerja dengan cepat, dan Anda akan melihat perbaikan dalam beberapa hari, tetapi sebagian besar obat bekerja lebih lambat. Anda mungkin perlu minum obat selama beberapa minggu atau bulan sebelum Anda melihat perbaikan. Jika Anda merasa obat tidak bekerja sebagaimana mestinya, atau Anda mengalami beberapa efek samping, konsultasikan dengan penyedia perawatan Anda untuk mendiskusikan kemungkinan penyesuaian. Banyak orang tidak akan mengalami efek samping, atau efek sampingnya akan hilang dalam beberapa minggu. Tetapi jika efek samping masih terus berlanjut, mengganti obat atau dosisnya pada umumnya akan membantu.
Perawatan dengan obat biasanya terdiri dari pil atau kapsul, diminum setiap hari. Beberapa juga tersedia dalam bentuk cairan, suntikan, sejenis koyo atau tablet yang dapat larut. Orang yang mengalami kesulitan mengingat untuk minum obat setiap hari atau orang dengan riwayat berhenti minum obat mungkin mendapatkan hasil yang lebih baik dengan mengambil pengobatan secara suntikan sekali atau dua kali sebulan di tempat praktik dokter.
Penyedia layanan kesehatan Anda kemungkinan akan mulai dengan dosis rendah dan perlahan meningkatkan dosis untuk mencapai tingkat yang memperbaiki gejala. Mengikuti instruksi dokter Anda akan sedapat mungkin mengurangi efek samping dan rasa tidak nyaman. Pahami fungsi yang dapat dilakukan obat-obatan terhadap gejala-gejala utama.
Saat menghentikan pengobatan, bekerja samalah dengan dokter Anda untuk menguranginya dengan benar. Hal ini memungkinkan cairan kimia otak untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Menghentikan pengobatan secara tiba-tiba dapat menyebabkan efek samping yang mengganggu.
Dalam beberapa kasus, pengobatan psikiatris mungkin merupakan bantuan jangka pendek yang hanya diperlukan selama beberapa bulan. Pada orang lain, pengobatan mungkin akan berlangsung lama, atau bahkan seumur hidup. Beberapa orang merasa takut untuk minum obat, karena beranggapan obat akan mengubah kepribadian mereka. Tetapi sebagian besar menemukan bahwa obat memungkinkan mereka mendapatkan kembali kendali atas hidup mereka.
JENIS OBAT-OBATAN
Jenis Obat-obatan
- Acamprosate (Campral)
- Alprazolam (Xanax)
- Amphetamine (Adderall)
- Aripiprazole (Abilify)
- Asenapine (Saphris)
- Atomoxetine (Strattera)
- Brexanolone (Zulresso)
- Brexpiprazole (Rexulti)
- Buprenorphine (Sublocade)
- Buprenorphine / Naloxone (Suboxone)
- Bupropion (Wellbutrin)
- Buspirone
- Carbamazepine (Tegretol)
- Cariprazine (Vraylar)
- Citalopram (Celexa)
- Clonazepam (Klonopin)
- Clonidine (Kapvay dan Catapres)
- Clozapine (Clozaril dan Versacloz)
- Desvenlafaxine (Pristiq)
- Deutetrabenazine (Austedo)
- Dexmedetomidine (IGALMI)
- Dextromethorphan dan Bupropion (Auvelity)
- Diazepam (Valium)
- Disulfiram
- Duloxetine (Cymbalta)
- Escitalopram (Lexapro)
- Esketamin (Spravato)
- Fluoxetine (Prozac)
- Fluphenazine
- Fluvoksamin (Luvox)
- Guanfacine (Intuniv)
- Haloperidol (Haldol)
- Hydroxyzine (Vistaril)
- Iloperidone (Fanapt)
- Lamotrigine (Lamictal)
- Levomilnacipran (Fetzima)
- Lithium
- Lofexidine (Lucemyra)
- Lorazepam (Ativan)
- Loxapine (Adasuve)
- Lumateperone (Caplyta)
- Lurasidone (Latuda)
- Methadone
- Methylphenidate atau Dexmethylphenidate (Concerta, Ritalin dan lain-lain)
- Mirtazapine (Remeron)
- Naloxone (Narcan)
- Naltrexone (Vivitrol)
- Olanzapine (Zyprexa)
- Olanzapine/Samidorphan (Lybalvi)
- Oxcarbazepine
- Paliperidone (Invega)
- Paroxetine (Paxil)
- Phenelzine (Nardil)
- Pimavanserin (Nuplazid)
- Quetiapine (Seroquel)
- Risperidone (Risperdal)
- Sertraline (Zoloft)
- Topiramate (Topamax)
- Tranylcypromine (Parnate)
- Valbenazine (Ingrezza)
- Valproate (Depakote)
- Venlafaxine (Effexor)
- Vilazodone (Viibryd)
- Viloxazine (Qelbree)
- Vortioxetine (Trintellix)
- Ziprasidone (Geodon)
Diterjemahkan dari:
Nama situs: www.nami.org
URL: https https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Treatments/Mental-Health-Medications
Judul asli artikel: Treatments / Mental Health Medications
Penterjemah: Lily Efferin
Related Posts
MENGELOLA STRESS
Setiap orang mengalami stres. Terkadang, hal itu dapat membantu Anda fokus dan...
HUBUNGAN ROMANTIS
Ketika Anda memiliki masalah kesehatan mental, Anda mungkin bertanya-tanya apakah...
Psikoterapi
PSIKOTERAPI Psikoterapi, juga dikenal sebagai "terapi bicara,” adalah ketika...
MENCARI BANTUAN PROFESIONAL UNTUK KESEHATAN MENTAL
Langkah terpenting dalam merawat kondisi kesehatan mental terkadang terasa...
