logologologo
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan

GANGGUAN PENGGUNAAN ZAT

August 3, 2023 by editorialteam Substance Abuse 0 comments

GANGGUAN PENGGUNAAN ZAT

Gangguan penggunaan zat – penyalahgunaan alkohol dan/atau obat-obatan secara berulang – sering terjadi secara bersamaan pada individu dengan gangguan kesehatan mental, biasanya untuk mengatasi gejala yang sangat membebani sehingga kewalahan. Kombinasi kedua penyakit ini memiliki istilah tersendiri: diagnosis ganda, atau gangguan yang terjadi bersamaan (co-occuring disorder). Salah satu gangguan (penggunaan narkoba atau gangguan kesehatan mental) dapat berkembang lebih dulu.

Menurut Survei Nasional tentang Penggunaan Narkoba dan Kesehatan, 17 juta orang dewasa di AS mengalami penyakit mental dan gangguan penggunaan narkoba pada tahun 2020.

Bandingkan dengan Indonesia: “Berdasarkan hasil survei BNN dan PMB-LIPI tahun 2019, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba tingkat nasional setahun terakhir berada pada angka 1,80% dari seluruh penduduk Indonesia berumur 15 sampai dengan 64 tahun. Angka setara dari angka prevalensi itu mencerminkan bahwa penyalahguna narkoba sebanyak 3.419.188 orang dari 186.616.874 orang penduduk Indonesia yang berumur 15 sampai 64 tahun (Imron et al., 2020a). Dengan kata lain, rasio penyalahgunaan narkoba di Indonesia adalah 1:55 atau dari setiap 55 orang penduduk Indonesia berusia 15 sampai 64 tahun terdapat satu orang yang menyalahgunakan narkoba.” (SURVEI NASIONAL PENYALAHGUNAAN NARKOBA 2021, hal.3)

Gejala

Karena banyak kombinasi diagnosis ganda yang dapat terjadi, gejalanya sangat bervariasi. Klinik kesehatan mental mulai menggunakan alat skrining alkohol dan obat-obatan untuk mengidentifikasi orang-orang yang berisiko. Gejala-gejala gangguan penggunaan zat dapat meliputi:

  • Menarik diri dari teman dan keluarga
  • Perubahan perilaku yang tiba-tiba
  • Terlibat dalam perilaku berisiko
  • Mengembangkan toleransi yang tinggi dan gejala putus zat (withdrawal symptoms)
  • Merasa membutuhkan obat untuk dapat berfungsi

Gejala kondisi kesehatan mental juga dapat sangat bervariasi. Tanda-tanda peringatan, seperti perubahan suasana hati yang ekstrem, pemikiran yang membingungkan atau masalah konsentrasi, menghindari teman dan kegiatan sosial, serta pikiran untuk bunuh diri, dapat menjadi alasan untuk mencari bantuan.

Pengobatan

Perawatan terbaik untuk diagnosis ganda adalah intervensi terpadu, ketika seseorang menerima perawatan untuk gangguan kesehatan mental yang didiagnosis dan gangguan penggunaan narkoba. Pandangan bahwa “Saya tidak dapat mengobati depresi Anda karena Anda juga minum alkohol” sudah ketinggalan zaman – pemikiran saat ini mengharuskan kedua masalah tersebut ditangani.

Anda dan penyedia layanan kesehatan Anda harus memahami bagaimana setiap kondisi memengaruhi kondisi lainnya dan bagaimana perawatan Anda dapat menjadi yang paling efektif. Perencanaan perawatan tidak akan sama untuk semua orang, tetapi berikut ini adalah beberapa elemen yang umum:

Detoksifikasi. Rintangan utama pertama yang harus dilalui oleh orang dengan gangguan penggunaan narkoba adalah detoksifikasi. Detoksifikasi rawat inap umumnya lebih efektif daripada rawat jalan untuk mendapatkan ketenangan dan keamanan awal. Selama detoksifikasi rawat inap, staf medis terlatih memantau seseorang selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Staf dapat memberikan jumlah zat yang lebih sedikit atau alternatif medis untuk menyapih seseorang dan mengurangi efek penarikan.

Rehabilitasi Rawat Inap. Seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental dan pola ketergantungan penggunaan narkoba dapat mengambil manfaat dari pusat rehabilitasi rawat inap di mana mereka dapat menerima perawatan medis dan kesehatan mental selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Pusat-pusat perawatan ini menyediakan terapi, dukungan, pengobatan dan layanan kesehatan untuk mengobati gangguan penggunaan narkoba dan penyebabnya.

Psikoterapi biasanya merupakan bagian besar dari rencana perawatan yang efektif. Secara khusus, terapi perilaku kognitif (CBT – coginitive behavioral therapy) membantu orang dengan diagnosis ganda (dual diagnosis) belajar bagaimana mengatasi dan mengubah pola pikir yang tidak efektif, yang dapat meningkatkan risiko penggunaan narkoba.

Obat-obatan berguna untuk mengobati gangguan kesehatan mental. Obat-obatan tertentu juga dapat membantu orang yang mengalami gangguan penggunaan narkoba untuk meringankan gejala putus zat selama proses detoksifikasi.

Rumah Dukungan (Supportive Housing), seperti rumah kelompok (group homesi) atau rumah sadar (sober houses) , adalah pusat perawatan residensial (residential treatment centers) yang dapat membantu orang yang baru saja berhenti minum atau mencoba untuk menghindari kekambuhan. Rumah sadar telah dikritik karena menawarkan tingkat perawatan bervariasi karena biasanya tidak dijalankan oleh tenaga profesional berlisensi. Silakan lakukan penelitian sebelum membuat pilihan.

Kelompok Swadaya (Self Help) dan Kelompok Dukungan (Support Groups). Berurusan dengan diagnosis ganda dapat terasa menantang dan mengisolasi. Kelompok pendukung memungkinkan anggota untuk berbagi frustrasi, merayakan keberhasilan, menemukan rujukan untuk spesialis, menemukan sumber daya komunitas terbaik, dan bertukar kiat pemulihan. Mereka juga menyediakan ruang untuk membentuk persahabatan yang sehat yang dipenuhi dengan dorongan untuk tetap bersih. Berikut adalah beberapa grup yang bisa Anda kunjungi:

  • Double Trouble in Recovery adalah persekutuan 12 langkah untuk orang-orang yang mengelola baik gangguan kesehatan mental maupun gangguan penggunaan narkoba.
  • Alcoholics Anonymous dan Narcotics Anonymous adalah kelompok 12 langkah untuk orang yang baru pulih dari kecanduan alkohol atau narkoba. Pastikan Anda menemukan kelompok yang memahami peran perawatan kesehatan mental dalam pemulihan.
  • Text BoxSmart Recovery adalah kelompok pendukung keabstainan untuk orang-orang dengan berbagai kecanduan yang tidak didasarkan pada iman.

Ditinjau ulang Mei 2020

Diterjemahkan dari:

Nama Situs: www.nami.org

URL: https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Common-with-Mental-Illness/Substance-Use-Disorders

Judul Asli: Substance Use Disorders

Penterjemah: Sigit B Darmawan

Prev
Next

Related Posts

GANGGUAN PENGGUNAAN ZAT
August 3, 2023

Gangguan penggunaan zat - penyalahgunaan alkohol dan/atau obat-obatan secara...

Learn more
We educate, support, alongside and advocate.

Contact Us

Bandung

C4OMI.Indonesia@gmail.com

0896-7897-8655