logologologo
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan

Mengatasi Skizofrenia di tengah Restoran yang Ramai

October 26, 2023 by editorialteam Kisah Hidup, Skizofrenia 0 comments

Mengatasi Skizofrenia di tengah Restoran yang Ramai

28 April 2023 

Oleh: Jason Jepson 

Ketika saya bangun pagi untuk janji bertemu dengan dokter, saya mentraktir diri saya untuk sarapan di restoran setempat. Itu adalah tempat yang ramah, dan saya menikmati kesempatan untuk berada di depan umum sambil mengamati orang-orang. Restoran ini memiliki TV, jadi saya bisa menonton acara olahraga untuk menghilangkan suara dan paranoia. Menonton TV, menurut saya, mengalihkan perhatian saya dari perasaan yang menggerogoti bahwa orang-orang di sekitar saya membaca pikiran saya. Namun, makan sambil mengamati sesama pengunjung, dan menonton TV bukanlah aktivitas sederhana saat Anda hidup dengan skizofrenia. 

Ketika saya mengamati orang, saya berhati-hati untuk tidak berlama-lama memperhatikan seseorang, karena saya tahu bahwa orang tidak akan merasa nyaman ditatap sedemikian. Saya mencoba untuk waspada dan fokus ketika pramu niaga datang untuk menerima pesanan saya. Saya ingin tersenyum dan terlihat sebagai orang yang ramah – saya tidak ingin terlihat mengancam atau “tidak biasa”, seperti banyak penggambaran negatif di media perihal penyakit mental. 

Persepsi orang lain tentang kondisi kesehatan mental ini sering menentukan bagaimana saya dapat menjalani hidup saya. Jadi, selama bertahun-tahun, saya telah belajar bahwa ada beberapa praktik terbaik yang membantu saya menjalani kehidupan normal dan utuh serta menjaga diri saya tetap aman dan tenang. 

Mengalihkan Diriku dari Khayalan

Karena diagnosis skizofrenia saya, saya sangat menyadari bagaimana perilaku saya terlihat oleh orang lain, jadi saya mengambil langkah-langkah untuk mengontrol perilaku saya, seperti ketika saya berada di restoran. Ini sering berarti mengalihkan perhatian saya dan menahan keinginan untuk menanggapi paranoid saya. 

Suatu kali, ketika saya sedang makan di restoran, saya pikir saya mendengar pelanggan lain bertanya kepada pramuniaga apakah saya sedang menguntitnya. Untuk menghindari reaksi terhadap khayalan semacam ini, saya akan mengeluarkan ponsel untuk mengalihkan perhatian dan menyibukkan diri dengan aktivitas lain. 

Mengelilingi Diriku dengan Orang-Orang yang Akrab

Karena berada di ruang publik atau dalam kelompok bisa menimbulkan banyak tantangan, saya telah mengembangkan beberapa mekanisme pengatasi. Jika saya berada di luar bersama sekelompok orang di sebuah restoran, saya pastikan ada setidaknya satu orang yang membuat saya merasa nyaman. Hal ini membantu meredakan kecemasan sosial saya; memiliki seseorang yang memahami situasi saya memungkinkan saya menjadi diri sendiri tanpa terlalu terpaku pada bagaimana perilaku saya terlihat oleh orang di sekitar saya. Saya merasa paling nyaman ketika bersama anggota keluarga karena mereka memahami diagnosis saya, dan mereka tahu bahwa saya tidak bersikap kasar atau “aneh“; sebaliknya, saya sedang menghadapi gejala-gejala saya.   

Melatih Pernapasan Terkendali

Kesulitan lain saya berada dalam situasi kelompok adalah saya kesulitan mengetahui apakah suara-suara yang saya dengar berasal dari dalam pikiran saya atau dari banyak orang di sekitar saya. Ketakutan ini seringkali membuat saya khawatir, dan saya bertanya-tanya apakah mereka yang duduk di meja saya atau di sekitar restoran benar-benar dapat melihat kecemasan yang saya alami. 

Namun, saya telah belajar bahwa latihan mengontrol pernapasan membantu menenangkan diri saya ketika berada dalam situasi ini. Dengan cara ini, saya dapat mengatur ulang diri dan fokus pada saat sekarang. Saya juga mengingatkan diri saya sendiri bahwa pelanggan lain tidak mengenal saya, dan orang-orang yang duduk di meja saya tidak bisa membaca pikiran saya.  

Berfokus pada Mendengarkan

Saya dapat mengelola keyakinan bahwa orang-orang sedang membicarakan saya ketika saya terlibat dalam percakapan yang nyata. Saya bisa berkata pada diri sendiri, “Ini nyata, dan ini yang sedang terjadi.” Pramuniaga mungkin berdiri di depan saya dan bertanya apa yang ingin saya makan. Sulit untuk berkonsentrasi, tetapi ketika saya mendengar suara yang nyata atau pertanyaan yang nyata, saya mendengarkan, dan itu membawa saya ke realitas saat ini.  

Bermurah Hati pada Diri Sendiri

Saya tidak bisa terlalu memaksakan diri untuk menjadi sempurna dalam setiap situasi sosial. Ketika saya berada dalam situasi kerumunan orang / kelompok, saya tidak lagi merasa harus memulai percakapan yang brilian. Saya tidak perlu terlalu mendalam. Saya bisa mengandalkan obrolan ringan dan menikmati kebersamaan dengan orang lain. 

Jika ada yang bertanya kepada saya, maka saya memikirkannya dan mengulangi pertanyaan di pikiran saya. Saya tidak takut untuk menjawabn, “Saya tidak tahu,” tetapi saya mencoba memikirkan jawaban yang memuaskan. 

Pada akhirnya, terlepas dari kecemasan saya, kontak dengan sesama manusia membuat saya merasa baik. Merasa menjadi bagian dari percakapan dan dunia di sekitar saya membuat saya tersenyum. 

Versi dari postingan ini sudah muncul di ‘The Schizophrenia Bulletin’. Tulisan itu telah diedit dan diterbitkan ulang dengan izin penulis. 

Jason Jepson dibesarkan di Virginia, tetapi sekarang dia tinggal di Myrtle Beach, S.C., di mana dia mengadvokasi mereka yang telah menerima diagnosis penyakit mental yang parah. Jason didiagnosa menderita gangguan skizoafektif saat dia terdaftar di Angkatan Darat A.S. Dia memulai advokasi kesehatan mentalnya dengan NAMI, di mana dia menerima sertifikasi peer-to-peer, dan sejak itu dia menjadi sukarelawan membantu veteran yang memiliki masalah kesehatan mental. Jason telah menulis dua buku, dan kisah orang pertamanya tentang kehidupan sehari-hari dengan skizofrenia telah muncul di “Schizophrenia Bulletin,” sebuah jurnal akademik yang diterbitkan oleh Oxford Press.  

 

Diterjemahkan dari oleh Lily Efferin (13 Juni 2023) dari: 

Nama situs: www.nami.org  

URL: https https://www.nami.org/Blogs/NAMI-Blog/April-2023/Dealing-with-Schizophrenia-in-a-Crowded-Restaurant  

Judul asli artikel: Dealing with Schizophrenia in a Crowded Restaurant 

Diperiksa ulang: Lily Efferin 

 

Prev
Next

Related Posts

MELAWAN STIGMA DALAM DIRI DAN MENGUBAH SIKAP SERTA PERILAKU SAYA
October 10, 2023

11 April 2022 Penulis: Margot HarrisPada tahun 2011, saya tidak begitu...

Learn more
Bertahan dari Kekurangan Tempat Tidur di Fasilitas Perawatan Kesehatan Mental: Pengalaman Seorang Remaja 
July 3, 2023

MAY. 22, 2023  Oleh Molly Dickerson  Selama beberapa tahun...

Learn more
Intervensi Dini Psikosis
October 9, 2023

Saya hidup dengan psikosis. Gejala gangguan bipolar saya ini berdampak buruk pada...

Learn more
Teman Saya Bunuh Diri: Apa yang harus saya lakukan? 
July 3, 2023

Teman Saya Bunuh Diri: Apa yang harus saya lakukan?  Oleh Taylor...

Learn more
We educate, support, alongside and advocate.

Contact Us

Bandung

C4OMI.Indonesia@gmail.com

0896-7897-8655