INTRODUKSI SEKITAR GANGGUAN KESEHATAN MENTAL DAN TANDA-TANDANYA
TANDA DAN GEJALA PERINGATAN:
Mencoba membedakan antara perilaku yang diharapkan dan apa yang mungkin menjadi tanda Gangguan Kesehatan Mental tidak selalu mudah. Tidak ada tes yang dengan mudah dapat memberitahukan apakah seseorang memiliki Gangguan Kesehatan Mental atau apakah tindakan dan pikiran tersebut mungkin merupakan perilaku khas orang tersebut atau akibat dari gangguan fisik yang dideritanya.
Setiap gangguan memiliki gejalanya masing-masing, tetapi tanda-tanda umum adanya gangguan kesehatan mental pada orang dewasa dan remaja dapat memiliki gejala seperti berikut ini:
- Kekhawatiran atau ketakutan yang berlebihan
- Merasa sedih atau tertekan yang berlebihan
- Kebingungan dalam berpikir atau kesulitan dalam berkonsentrasi dan belajar
- Perubahan suasana hati yang ekstrim, termasuk perasaan “melambung tinggi” tak terkendali atau perasaan euforia
- Perasaan mudah tersinggung atau amarah yang berkepanjangan atau kuat
- Menghindari teman dan aktivitas sosial
- Kesulitan memahami atau berhubungan dengan orang lain
- Perubahan kebiasaan tidur atau merasa lelah dan lesu tak bertenaga
- Perubahan kebiasaan makan seperti meningkatnya rasa lapar atau kurang nafsu makan
- Perubahan dorongan seksual
- Kesulitan memahami realitas (delusi atau halusinasi, ketika seseorang mengalami dan merasakan hal-hal yang tidak ada dalam kenyataan riil)
- Ketidakmampuan merasakan perubahan dalam perasaan, perilaku, atau kepribadiannya sendiri (“kurangnya wawasan” atau anosognosia)
- Penggunaan zat, seperti alkohol atau obat-obatan, yang berlebihan
- Beberapa gangguan fisik tanpa penyebab yang jelas (seperti sakit kepala, sakit perut, “sakit dan nyeri” yang tidak jelas dan berkelanjutan)
- Berpikir tentang bunuh diri
- Ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari atau menangani masalah dan stres sehari-hari
- Ketakutan yang intens akan kenaikan berat badan atau kekhawatiran akan penampilan
Kondisi kesehatan mental juga bisa mulai berkembang pada anak kecil. Karena mereka masih belajar bagaimana mengenali dan mengutarakan pikiran dan emosi, berbagai gejala yang paling jelas tercermin dalam perilakunya. Gejala pada anak-anak mungkin termasuk yang berikut:
- Perubahan dalam prestasi sekolah
- Kekhawatiran atau kecemasan yang berlebihan, misalnya menolak untuk tidur atau sekolah
- Perilaku hiperaktif
- Sering mimpi buruk
- Sering melawan, tidak taat atau bertindak agresif
- Sering mengamuk
Di mana Dapat Memperoleh Bantuan
Jangan takut untuk mencari pertolongan jika Anda atau seseorang yang Anda kenal membutuhkan bantuan. Mempelajari semua yang Anda bisa ketahui tentang kesehatan mental adalah langkah pertama yang penting.
Hubungi dokter keluarga Anda, atau pelayanan kesehatan mental di kota Anda untuk mendapatkan lebih banyak informasi dan sumber bantuan.
Silahkan Kunjungi Laman Informasi Perawatan / Konseling atau klik tautan ini
Hubungi C4OMI HelpLine untuk mengetahui layanan dan dukungan apa yang tersedia di komunitas Anda. Atau yang mungkin bisa dihubungi dalam jangkauan Anda / keluarga.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang bergumul atau berada dalam krisis, ada bantuan yang tersedia. WA ke +62 89678978655 untuk dihubungkan dengan relawan C4OMI
Menerima Diagnosa
Memahami tanda peringatan akan membantu Anda mengenali apakah Anda perlu menghubungi seorang profesional (Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa / Psikiater, Psikolog). Bagi banyak orang, mendapatkan diagnosa yang akurat adalah langkah awal dalam suatu rencana perawatan.
Tidak seperti diabetes atau kanker, tidak ada tes medis yang dapat mendiagnosa gangguan kesehatan mental secara akurat. Seorang profesional kesehatan mental akan menggunakan Manual Diagnostik dan Statistik Tentang Gangguan Mental, yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association, untuk menilai berbagai gejalanya dan menentukan diagnosanya. Manual tersebut mencantumkan kriteria termasuk berbagai perasaan dan perilaku serta ukuran waktunya agar secara resmi (dari gabungan berbagai kriteria tersebut) dapat digolongkan sebagai suatu kondisi kesehatan mental.
Setelah mendapatkan diagnosa, penyedia layanan kesehatan dapat membantu mengembangkan suatu rencana perawatan yang mencakup pengobatan, terapi, atau perubahan gaya hidup lainnya.
Menemukan Pengobatan
Mendapatkan diagnosa barulah langkah awal; memahami apa saja yang menjadi pilihan dan sasaran Anda sendiri adalah juga penting. Perawatan untuk gangguan kesehatan mental beraneka ragamnya tergantung dari diagnosa dan pribadi orang per orang. Tidak ada pengobatan “yang seragam dan cocok untuk semua orang”. Berbagai pilihan perawatan dapat mencakup pengobatan, konseling (terapi), dukungan sosial dan pendidikan.
Diterjemahkan dari:
Nama situs: www.nami.org
URL: https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Warning-Signs-and-Symptoms
Judul asli artikel: Warning Signs and Symptoms
KONDISI KESEHATAN MENTAL:
C4OMI mengakui bahwa organisasi lain telah membuat perbedaan antara diagnosa yang dianggap sebagai “kondisi kesehatan mental” dibandingkan dengan “penyakit mental”. Kami sengaja menggunakan istilah “kondisi kesehatan mental” dan “gangguan kesehatan mental” secara bergantian.
Gangguan kesehatan mental adalah suatu kondisi yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku, atau suasana hati seseorang. Kondisi ini sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan juga dapat memengaruhi kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. Jika Anda memiliki — atau berpikir Anda mungkin memiliki — gangguan kesehatan mental, hal pertama yang harus Anda ketahui adalah bahwa Anda tidak sendirian. Kondisi kesehatan mental jauh lebih umum daripada yang Anda pikirkan, terutama karena orang tidak suka, atau takut, membicarakannya. Namun, WHO menyatakan:
- 1 dari 5 (20%) orang dewasa mengalami penyakit mental setiap tahun
- 1 dari 20 (5%) orang dewasa mengalami penyakit mental serius setiap tahun
- 1 dari 6-7 remaja berusia 6-17 tahun (17%) mengalami gangguan kesehatan mental setiap tahun
- 50% dari semua penyakit mental seumur hidup dimulai pada usia 14 tahun, dan 75% pada usia 24 tahun
(Bandingkan dengan Riset Kesehatan Dasar dari Kemenkes Indonesia: https://www.kemkes.go.id/article/view/21100700003/kemenkes-beberkan-masalah-permasalahan-kesehatan-jiwa-di-indonesia.html )
Kondisi kesehatan mental bukanlah hasil dari satu peristiwa. Penelitian menunjukkan berbagai penyebab yang berhubungan. Genetika, lingkungan, dan gaya hidup memengaruhi apakah seseorang mengembangkan kondisi kesehatan mental. Pekerjaan atau kehidupan rumah yang penuh tekanan membuat beberapa orang lebih rentan, seperti halnya peristiwa kehidupan yang traumatis. Proses dan sirkuit biokimia serta struktur otak dasar juga dapat berperan.
Semua ini tidak berarti bahwa kehidupan Anda sudah hancur atau bahwa Anda, atau keluarga Anda, telah melakukan sesuatu yang “salah”. Gangguan Kesehatan Mental bukan akibat kesalahan siapa pun. Dan bagi banyak orang, pemulihan — termasuk juga memiliki peran yang berarti dalam kehidupan sosial, sekolah, dan pekerjaan — adalah mungkin, terutama jika Anda memulai perawatan lebih awal dan mengambil peran aktif dan serius dalam proses pemulihan Anda sendiri.
Learn MoreSEKITAR GANGGUAN KESEHATAN MENTAL
TANDA DAN GEJALA PERINGATAN:
KONDISI KESEHATAN MENTAL:
C4OMI mengakui bahwa organisasi lain telah membuat perbedaan antara diagnosa yang dianggap sebagai “kondisi kesehatan mental” dibandingkan dengan “penyakit mental”. Kami sengaja menggunakan istilah “kondisi kesehatan mental” dan “gangguan kesehatan mental” secara bergantian.
Gangguan kesehatan mental adalah suatu kondisi yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku, atau suasana hati seseorang. Kondisi ini sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan juga dapat memengaruhi kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. Jika Anda memiliki — atau berpikir Anda mungkin memiliki — gangguan kesehatan mental, hal pertama yang harus Anda ketahui adalah bahwa Anda tidak sendirian. Kondisi kesehatan mental jauh lebih umum daripada yang Anda pikirkan, terutama karena orang tidak suka, atau takut, membicarakannya. Namun, WHO menyatakan:
- 1 dari 5 (20%) orang dewasa mengalami penyakit mental setiap tahun
- 1 dari 20 (5%) orang dewasa mengalami penyakit mental serius setiap tahun
- 1 dari 6-7 remaja berusia 6-17 tahun (17%) mengalami gangguan kesehatan mental setiap tahun
- 50% dari semua penyakit mental seumur hidup dimulai pada usia 14 tahun, dan 75% pada usia 24 tahun
(Bandingkan dengan Riset Kesehatan Dasar dari Kemenkes Indonesia: https://www.kemkes.go.id/article/view/21100700003/kemenkes-beberkan-masalah-permasalahan-kesehatan-jiwa-di-indonesia.html )
Kondisi kesehatan mental bukanlah hasil dari satu peristiwa. Penelitian menunjukkan berbagai penyebab yang berhubungan. Genetika, lingkungan, dan gaya hidup memengaruhi apakah seseorang mengembangkan kondisi kesehatan mental. Pekerjaan atau kehidupan rumah yang penuh tekanan membuat beberapa orang lebih rentan, seperti halnya peristiwa kehidupan yang traumatis. Proses dan sirkuit biokimia serta struktur otak dasar juga dapat berperan.
Semua ini tidak berarti bahwa kehidupan Anda sudah hancur atau bahwa Anda, atau keluarga Anda, telah melakukan sesuatu yang “salah”. Gangguan Kesehatan Mental bukan akibat kesalahan siapa pun. Dan bagi banyak orang, pemulihan — termasuk juga memiliki peran yang berarti dalam kehidupan sosial, sekolah, dan pekerjaan — adalah mungkin, terutama jika Anda memulai perawatan lebih awal dan mengambil peran aktif dan serius dalam proses pemulihan Anda sendiri.
Diterjemahkan dari:
Nama situs: www.nami.org
URL: https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Mental-Health-Conditions
Judul asli artikel: Mental Health Condition
Penterjemah: Lily Efferin
Learn More