logologologo
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan

Anosognosia: Sebuah Kata Besar untuk Kondisi yang Mengejutkan

May 13, 2024 by editorialteam Anosognosia 0 comments

Anosognosia: Sebuah Kata Besar untuk Kondisi yang Mengejutkan

22 Agustus 2022

Trish Lockard

Ketika saya pertama kali mengajar kursus Keluarga-ke-Keluarga (Family-to-Family) di NAMI pada tahun 2014, rekan guru saya (yang telah menjadi pemimpin NAMI di negara bagian dan guru kelas selama 25 tahun) memperkenalkan saya pada sebuah kata yang belum pernah saya dengar sebelumnya: Anosognosia. Ketika ia mendefinisikan anosognosia kepada kami, saya mendapatkan sebuah wahyu yang begitu kuat sehingga hampir membuat saya terjatuh dari kursi. Definisi dasarnya: Sebuah gejala yang dialami oleh mereka yang mengalami gangguan kesehatan mental yang serius (SMI – Serious Mental Illness) di mana seseorang tidak dapat menyadari bahwa mereka memiliki gangguan kesehatan mental.
Bagi saya, mempelajari istilah ini adalah sebuah dobrakan. Saya pernah mengalami hal ini di keluarga saya sendiri dan pernah ditanya oleh orang lain, “Mengapa orang yang saya cintai tidak dapat mempercayai saya dan dokternya dan melakukan hal yang benar—meminum obat, pergi ke terapi dan menjadi lebih baik? Mengapa mereka tidak bisa melihat betapa anehnya perilaku mereka? Mengapa mereka menolak bantuan?”
Saya sendiri juga bertanya-tanya tentang hal ini. Rekan guru saya bercerita tentang Dr. Xavier Amador dan bukunya yang menjadi terobosan baru, “I’m Not Sick, I Don’t Need Help!”. Saya membacanya, dan perspektif saya berubah selamanya.

Memahami Anosognosia

Sebagai seorang teman sebaya—seseorang dengan depresi, dari keluarga yang memiliki riwayat depresi dan gangguan kecemasan—saya tidak memiliki pengetahuan medis atau pengetahuan yang mendalam tentang anosognosia. Kecuali ini: Saya yakin bahwa rasa kekeluargaan yang luas dalam masyarakat kita tentang kondisi ini akan mengubah hidup orang-orang dengan gangguan kesehatan mental yang serius—GKMS (SMI-Serious Mental Illness) dan keluarga mereka. Kesadaran, saya yakin, akan mendorong orang untuk memberikan empati kepada mereka yang berjuang dengan GKMS, dibandingkan dengan penghinaan atau rasa jijik yang tampaknya ditunjukkan oleh banyak orang.
Persentase dari mereka yang mengalami GKMS bersamaan dengan anosognosia cukup tinggi: 40% dengan gangguan bipolar dan, menurut beberapa perkiraan, mencapai 98% bagi mereka yang didiagnosis skizofrenia.
GKMS seperti gangguan bipolar dan skizofrenia berawal dari disfungsi lobus frontal. Hal ini penting, karena lobus frontal adalah pusat organisasi (atau fungsi eksekutif) dan, yang lebih penting lagi, citra diri dan refleksi diri. Kerusakan atau disfungsi kimiawi pada lobus frontal mencegah otak kita untuk memperbarui citra diri kita. Objektivitas hampir tidak mungkin terjadi, dan kita tidak dapat melihat kata-kata dan perilaku kita dalam berelasi dengan orang lain. Kata anosognosia sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, yang berarti tidak memiliki pengetahuan tentang penyakit atau, lebih luas lagi, kurangnya wawasan.
Salah satu aspek yang paling membingungkan dari anosognosia adalah bahwa tingkat kurangnya wawasan bervariasi dari orang ke orang dan juga dari hari ke hari; hal ini dapat menyebabkan orang yang Anda cintai dapat mengenali gangguan kesehatan mereka di tingkatan tertentu pada hari Selasa dan tidak mengenalinya sama sekali pada hari Kamis. Oleh karena itu, hal ini menghambat kesanggupan kita untuk membawa mereka ke dokter atau terapis atau meminum obat mereka sesuai resep secara teratur. Kita mungkin melihat peningkatan dalam kesehatan mental dan perilaku mereka dalam satu minggu, hanya untuk melihat mereka “tergelincir kembali” pada minggu berikutnya.

Mengubah Bahasa Kita

Saya telah mendengar peserta di lebih dari satu kelas NAMI Family-to-Family yang saya adakan mengatakan bahwa orang yang mereka cintai menyangkal gangguan kesehatan mental mereka. Saya selalu mendorong orang lain untuk mengubah cara berpikir seperti ini. Orang yang mereka cintai tidak “menyangkal”. Dan mereka tidak jahat, keras kepala, egois, atau malas. Sama sekali tidak. Seorang pria bahkan mengatakan bahwa ia berpikir anaknya menikmati kondisi kesehatan mentalnya karena ia memiliki alasan untuk tetap patah semangat dan tidak melakukan apa-apa. Sebagai seseorang dengan gangguan kesehatan mental dan memiliki kakek-nenek, orang tua, dan anak yang memiliki tantangan kesehatan mental, saya tidak percaya ada orang yang memilih untuk tetap tidak ingin mengobati GKMS mereka. Mari kita membawa pembahasan ke arah anosognosia.

Empati Sangat Penting

Meskipun pemahaman tentang anosognosia sangat penting untuk membentuk cara kita memandang dan memperlakukan seseorang dengan gangguan kesehatan mental yang serius, sisi lain dari anosognosia adalah perasaan mendapatkan pencerahan bagi keluarga dan pengasuh. Tidak perlu berdebat atau bertengkar, karena Anda dapat mengingatkan diri sendiri bahwa hal ini tidak akan menghasilkan apa-apa selain meningkatkan ketegangan dan permusuhan. Kemarahan tidak akan mengurangi efek anosognosia. Begitu juga dengan logika. Seperti halnya Anda tidak dapat memeras air dari batu, Anda tidak dapat memaksakan suatu wawasan bagi seseorang yang mengalami anosognosia.
Namun, Anda bisa mendapatkan manfaat dari wawasan tersebut. Perawatan diri adalah bagian penting dalam hidup bersama anggota keluarga yang mengalami GKMS. Simpan energi yang Anda investasikan untuk berdebat dengan orang yang Anda cintai dan salurkan ke dalam kebaikan diri. C4OMI (NAMI) mengingatkan kita:
– Anda bukan penyebabnya.
– Anda tidak bisa menyembuhkannya.
– Anda tidak dapat mengendalikannya.
– Tapi kamu bisa mengatasinya.
Istirahatkan diri Anda dari rasa frustrasi dan kekecewaan karena ketidakmampuan Anda berkomunikasi dengan orang yang Anda cintai tentang penyakit mereka.

Menyebarkan Berita Tentang Anosognosia

Ketika saya berbicara dengan seseorang tentang kerabatnya yang memiliki skizofrenia atau gangguan bipolar, saya selalu bertanya apakah mereka mengetahui tentang anosognosia. Sayangnya, semua orang yang saya tanyai selalu menjawab, “tidak.” Raut wajah mereka yang penuh dengan rasa syukur, kasih sayang, dan empati setelah mendapatkan penjelasan adalah momen yang sangat berharga bagi saya.
Hal ini membuat saya bertanya-tanya: Mengapa para praktisi tidak menjelaskan anosognosia kepada keluarga para penderita? Seberapa besar kita akan lebih baik, lebih berbelas kasih, dan lebih sabar terhadap orang yang kita cintai jika kita memahami bahwa otak mereka tidak dapat memproses fakta bahwa persepsi mereka tidak mencerminkan kenyataan?
Jadi, jika seseorang dalam keluarga Anda—atau bahkan teman dekat, tetangga, atau rekan kerja—memiliki diagnosis gangguan bipolar atau skizofrenia, diskusikan secara terbuka tentang anosognosia dengan mereka, jika mereka merasa nyaman. Bahkan, diskusikanlah dengan siapa pun ketika topik tentang gangguan kesehatan mental muncul dalam percakapan. Bicarakan hal ini dengan seseorang yang orang yang dicintainya tidak patuh terhadap rejimen pengobatan mereka atau menolak masuk ke fasilitas perawatan. Pemahaman bahwa orang tersebut tidak sedang menyangkal, keras kepala, atau apatis terhadap keadaan mereka dapat mengangkat beban berat dari pundaknya. Gunakan keterampilan dan kekuatan pribadi Anda untuk memperluas kesadaran dan membangkitkan rasa kasih sayang bagi mereka yang, bukan karena kesalahan mereka sendiri, lari dari tangan yang telah mengulurkan bantuan kepadanya.
Seperti yang saya bahas dalam buku yang saya tulis bersama Dr. Terri Lyon, “Membuat Perbedaan dengan Aktivisme Kesehatan Mental,” kita tidak bisa meremehkan dampak luas dari aktivisme pribadi, terutama di bidang kesehatan mental. Aktivisme meningkatkan kesejahteraan emosional dan merupakan langkah penting untuk mengakhiri stigma, mencapai kesetaraan, serta meningkatkan layanan dan dukungan kesehatan mental. Anda bisa membuat perbedaan.

Trish Lockard telah menjadi sukarelawan untuk NAMI Tennessee sejak tahun 2014. Perawatan kesehatan mental menjadi hasrat pribadinya setelah pengalaman keluarganya dengan penyakit mental. Trish adalah seorang editor nonfiksi, dengan spesialisasi memoar, dan pelatih penulisan nonfiksi di Strike The Write Tone. Hubungi Trish di strikewritetone@gmail.com.

Diterjemahkan dari:
Nama Situs: www.nami.org
URL: https://www.nami.org/Blogs/NAMI-Blog/August-2022/Anosognosia-A-Big-Word-for-a-Surprising-Condition
Judul Asli: Anosognosia, A Big Word for a Surprising Condition
Penterjemah: Sigit B Darmawan

Prev
Next

Related Posts

Anosognosia: Sebuah Kata Besar untuk Kondisi yang Mengejutkan
May 13, 2024

22 Agustus 2022 Trish Lockard Ketika saya pertama kali mengajar kursus...

Learn more
We educate, support, alongside and advocate.

Contact Us

Bandung

C4OMI.Indonesia@gmail.com

0896-7897-8655