logologologo
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan

Risiko Bunuh Diri

October 11, 2023 by editorialteam Suicide 0 comments

Risiko Bunuh Diri

Pikiran untuk bunuh diri sering menyertai para penderita gangguan kesehatan mental. Tidak menganggap serius pemikiran seperti ini dapat berakibat fatal. Bunuh diri bisa dicegah.

Pikiran untuk bunuh diri bisa menjadi menakutkan. Tetapi dengan mencari bantuan atau menghubungi keluarga dan teman, kita dapat menghindari hasil yang menghancurkan.

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan NIMH (The National Institute of Mental Health), hampir 46.000 jiwa melayang karena bunuh diri hanya pada tahun 2020 saja. Komentar atau pemikiran tentang bunuh diri, yang juga dikenal sebagai ide bunuh diri (suicidal ideation), dapat dimulai dari hal kecil—misalnya, “Seandainya saya tidak ada di sini” atau “Tidak ada yang penting.” Namun seiring berjalannya waktu, komentar tersebut bisa menjadi lebih eksplisit dan berbahaya.

Tanda-tanda Peringatan

Berikut adalah beberapa tanda peringatan bunuh diri:

  • Meningkatnya penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Perilaku agresif
  • Menarik diri dari teman, keluarga, dan komunitas
  • Perubahan suasana hati yang dramatis
  • Perilaku impulsif atau sembrono

Perilaku bunuh diri adalah keadaan darurat kejiwaan. Jika Anda atau kerabat Anda mulai melakukan salah satu dari langkah-langkah di bawah ini, segeralah mencari bantuan dari penyedia layanan kesehatan atau hubungi 119 (Call Center bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi),021-500-454 (Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes. Cek apakah sudah diaktifkan kembali), Atau Menghubungi komunitas LSM Jangan Bunuh Diri (021 9696 9293) atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com atau get.happy.yuk@gmail.com (atau melalui situs https://www.get.hapy.org ):

  • Mengumpulkan dan menyimpan pil atau membeli senjata
  • Membagi-bagikan harta benda
  • ‘Mengikat simpul yang terlepas’, mengatasi atau menyelesaikan masalah yang masih belum dibereskan seperti mengatur surat-surat pribadi atau melunasi utang
  • Mengucapkan selamat tinggal kepada teman dan keluarga

Jika Anda tidak yakin, seorang ahli kesehatan mental berlisensi (licensed mental health professional) dapat membantu melakukan penilaian.

Faktor Risiko

Penelitian menemukan bahwa 46% orang yang meninggal karena bunuh diri memiliki kondisi gangguan kesehatan mental yang diketahui. Beberapa faktor lain dapat membuat seseorang berisiko melakukan bunuh diri, termasuk tetapi tidak terbatas pada:

  • Riwayat bunuh diri dalam keluarga
  • Penggunaan narkoba: Obat-obatan dapat menciptakan kondisi mental yang naik turun, yang memperburuk pikiran untuk bunuh diri.
  • Keracunan: Analisis dari CDC menunjukkan sekitar 1 dari 5 orang yang meninggal karena bunuh diri memiliki alkohol dalam tubuh mereka pada saat kematiannya.
  • Akses ke senjata api
  • Penyakit medis yang serius atau kronis
  • Jenis kelamin: Meskipun lebih banyak wanita daripada pria yang mencoba bunuh diri, pria memiliki kemungkinan 4x lebih besar untuk meninggal karena bunuh diri.
  • Riwayat trauma atau pelecehan
  • Stres yang berkepanjangan
  • Tragedi atau kehilangan yang baru saja terjadi

Dukungan Dalam Krisis

Ketika krisis terkait bunuh diri terjadi, teman dan keluarga sering kali terkejut, tidak siap, dan tidak yakin apa yang harus dilakukan. Perilaku seseorang yang mengalami krisis tidak dapat diprediksi, berubah secara dramatis tanpa peringatan.

Ada beberapa cara untuk menangani krisis terkait bunuh diri:

  • Bicaralah secara terbuka dan jujur. Jangan takut untuk mengajukan pertanyaan seperti: “Apakah kamu punya rencana bagaimana kamu akan bunuh diri?”
  • Singkirkan alat bantu seperti senjata, pisau, atau timbunan pil
  • Ajukan pertanyaan yang sederhana dan lugas, seperti “Dapatkah saya membantu Anda menelepon psikiater Anda?”
  • Jika ada banyak orang di sekitar, mintalah orang-orang untuk berbicara satu per satu
  • Tunjukkan dukungan dan kepedulian
  • Jangan berdebat, mengancam, atau meninggikan suaramu
  • Jangan memperdebatkan apakah bunuh diri itu benar atau salah
  • Jika Anda gugup, cobalah untuk tidak gelisah atau mondar-mandir
  • Bersabarlah

Seperti keadaan darurat kesehatan lainnya, penting untuk menangani krisis kesehatan mental seperti bunuh diri dengan cepat dan efektif. Tidak seperti keadaan darurat kesehatan lainnya, krisis kesehatan mental tidak memiliki petunjuk atau sumber daya tentang cara menolong atau apa yang dapat diharapkan (seperti Manuver Heimlich atau CPR – Connecting, emPowering, and Revitalizing). Itulah mengapa NAMI menciptakan Navigating a Mental Health Crisis: A NAMI Resource Guide for Those Experiencing a Mental Health Emergency (Menavigasi Krisis Kesehatan Mental: Panduan Sumber Daya NAMI untuk Mereka yang Mengalami Keadaan Darurat Kesehatan Mental), sehingga orang yang mengalami keadaan darurat kesehatan mental dan orang yang mereka cintai dapat memperoleh jawaban dan informasi yang mereka butuhkan saat mereka membutuhkannya.

Jika teman atau anggota keluarga Anda bergumul dengan keinginan untuk bunuh diri setiap harinya, beritahu kepada mereka bahwa mereka dapat berbicara dengan Anda tentang apa yang mereka alami. Pastikan Anda mengadopsi pola pikir yang terbuka dan penuh kasih saat mereka berbicara. Alih-alih “berdebat” atau mencoba menyangkal pernyataan negatif yang mereka buat (“Hidupmu tidak seburuk itu!”), cobalah teknik mendengarkan secara aktif seperti merefleksikan perasaan mereka dan meringkas pikiran mereka. Hal ini dapat membantu kerabat Anda yang sakit merasa didengar dan divalidasi.

Beri tahu mereka bahwa para ahli kesehatan mental dilatih untuk membantu orang memahami perasaan mereka dan meningkatkan kesehatan mental dan ketahanan. Psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif dan terapi perilaku dialektis, dapat membantu orang dengan pemikiran untuk bunuh diri mengenali pola berpikir dan perilaku yang tidak efektif, memvalidasi perasaan mereka, dan mempelajari keterampilan mengatasi masalah yang positif. Pikiran untuk bunuh diri adalah sebuah gejala, sama seperti gejala lainnya—gejala ini dapat diobati, dan dapat membaik seiring berjalannya waktu.

Bunuh diri bukanlah jawabannya. Masih ada harapan.

Agustus 2022

Diterjemahkan dari:

Nama Situs: www.nami.org

URL:  https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Common-with-Mental-Illness/Risk-of-Suicide

Judul Asli: Risk of Suicide

Penterjemah: Sigit B Darmawan

https://www.nami.org/Support-Education/Publications-Reports/Guides/Navigating-a-Mental-Health-Crisis

 

 

Informasi Hotline dan komunitas yang memiliki fokus terhadap masalah sekitar Gangguan Kesehatan Mental bersumber dari:

https://megapolitan.kompas.com/read/2019/11/18/15455261/cegah-bunuh-diri-dengan-nomor-darurat-berikut-ini?page=all

Prev
Next

Related Posts

Risiko Bunuh Diri
October 11, 2023

Pikiran untuk bunuh diri sering menyertai para penderita gangguan kesehatan...

Learn more
We educate, support, alongside and advocate.

Contact Us

Bandung

C4OMI.Indonesia@gmail.com

0896-7897-8655