Skizofrenia adalah penyakit mental serius yang mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, mengelola emosi, mengambil keputusan, dan berhubungan dengan orang lain. Ini adalah penyakit medis jangka panjang yang kompleks. Prevalensi skizofrenia yang tepat sulit untuk diukur, tetapi perkiraan berkisar antara 0,25% hingga 0,64% orang dewasa AS. Di Indonesia, hasil Riskesdas 2018 juga menyebutkan, prevalensi psikosis sebanyak 6,7 per 1.000 rumah tangga. Artinya, dari 1.000 rumah tangga terdapat 6,7 rumah tangga yang mempunyai anggota penderita psikosis. Sebanyak 84,9 persen penderita penyakit ini telah berobat meskipun sebagian di antaranya tidak meminum obat secara rutin. (https://fk.ui.ac.id/infosehat/aplikasi-untuk-deteksi-dini-psikosis/
https://www.kemkes.go.id/article/view/22101200002/kemenkes-perkuat-jaringan-layanan-kesehatan-jiwa-di-seluruh-fasyankes.html )
Meskipun skizofrenia dapat terjadi pada semua usia, rata-rata usia onset cenderung pada remaja akhir hingga awal 20-an untuk pria, dan akhir 20-an hingga awal 30-an untuk wanita. Skizofrenia jarang didiagnosis pada seseorang yang lebih muda dari 12 tahun atau lebih tua dari 40 tahun. Penyandang Skizofrenia dapat hidup dengan baik.
