logologologo
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan
  • Beranda
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Kisah Hidup
    • Video
    • Kisah Hidup ( Cerita )
      • Kisah Hidup : Depresi
  • Bahan
    • Umum
    • Schizophrenia
    • Schizo Affective Disorder
    • Bipolar Disorder
    • PANS Disorder
    • Borderline Personality Disorder
    • Anosognosia
  • Artikel
    • Anxiety and Stress
    • Autism
    • Anosognosia
    • Eating Disorder
    • General Knowledge
    • Indonesia
    • Kisah Hidup
    • OCD
    • Psychosis
    • Schizophrenia
    • Sleep Disorder
    • Smoking
    • Substance Abuse
    • Suicide
    • Treatments
  • Link Bantuan

GANGGUAN DEPRESI

July 26, 2023 by editorialteam Depression 0 comments

Gangguan Depresi

Gangguan depresi (lebih sering disebut sebagai depresi) adalah gangguan kesehatan mental yang lebih dari sekedar merasa sedih atau mengalami masa sulit. Ini adalah kondisi kesehatan mental yang serius yang membutuhkan pemahaman dan perawatan medis. Depresi dapat menjadi hal yang fatal bagi mereka yang mengalami gangguan depresi dan keluarga mereka jika tidak diobati. Banyak orang yang mengalami depresi dapat dan memang menjadi lebih baik dengan deteksi dini, diagnosis dan rencana perawatan yang terdiri dari obat-obatan, psikoterapi dan pilihan gaya hidup yang sehat.

Beberapa orang hanya akan mengalami satu episode depresi seumur hidup, tetapi untuk sebagian besar orang gangguan depresi dapat terjadi secara berkala dan tanpa pengobatan, setiap episode depresi dapat berlangsung selama beberapa bulan sampai beberapa tahun.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, menunjukkan lebih dari 12 juta penduduk di Indonesia berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi (Rokom, 2021)*. Orang-orang dari segala usia dan semua latar belakang ras, etnis dan sosial ekonomi mengalami depresi, tetapi depresi mempengaruhi beberapa kelompok lebih dari yang lain.

 

*(Referensi: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20211007/1338675/kemenkes-beberkan-masalah-permasalahan-kesehatan-jiwa-di-indonesia/)

Gejala-gejala

Depresi dapat menimbulkan gejala-gejala yang berbeda pada setiap orang, tetapi bagi kebanyakan orang, gangguan depresi mengubah cara mereka berfungsi sehari-hari, dan gejala-gejala tersebut biasanya berlangsung selama lebih dari dua minggu. Gejala umum meliputi:

  • Perubahan dalam tidur
  • Perubahan nafsu makan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Tidak bertenaga
  • Berkurangnya minat dalam kegiatan
  • Merasa putus asa dan sering menyalahkan diri sendiri
  • Perubahan perilaku (berkurangnya aktivitas atau agitasi)
  • Sakit dan nyeri fisik
  • Timbul ide untuk percobaan bunuh diri/ menyakiti diri sendiri

Penyebab

Depresi tidak memiliki hanya satu penyebab. Kondisi ini dapat dipicu oleh krisis kehidupan, penyakit fisik atau sesuatu yang lain tetapi juga dapat terjadi secara tiba-tiba. Para ilmuwan percaya beberapa faktor dapat berkontribusi terhadap depresi:

  • Trauma. Ketika orang mengalami trauma pada usia dini, kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan jangka panjang bagaimana otak mereka meresponi rasa takut dan stres. Perubahan ini dapat menyebabkan depresi.
  • Faktor genetika. Gangguan Kesehatan mental seperti depresi cenderung diturunkan dalam keluarga.
  • Keadaan hidup. Status perkawinan, perubahan hubungan, status keuangan dan di mana seseorang tinggal mempengaruhi penyebab seseorang mengalami depresi.
  • Perubahan pada bagian otak. Studi pencitraan otak telah menunjukkan bahwa lobus frontal otak menjadi kurang aktif ketika seseorang mengalami depresi. Depresi juga dikaitkan dengan perubahan bagaimana kelenjar pituitari dan hipotalamus merespons stimulasi hormon.
  • Kondisi medis lainnya. Orang yang memiliki riwayat gangguan tidur, penyakit medis, sakit kronis, kecemasan dan attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) lebih mungkin mengalami depresi. Beberapa sindrom medis (seperti hipotiroidisme) mempunyai gejala seperti gangguan depresi. Beberapa obat-obatan juga dapat menyebabkan gejala depresi.
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol. Orang dewasa dengan penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol berada pada risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami episode depresi mayor. Gangguan yang terjadi secara bersamaan memerlukan perawatan terkoordinasi untuk kedua kondisi, karena alkohol dan obat-obatan terlarang dapat memperburuk gejala depresi.

Diagnosis

Seseorang dapat dinyatakan mengalami gangguan depresi apabila mengalami episode depresi yang berlangsung lebih dari dua minggu. Gejala-gejala episode depresi meliputi:

  • Kehilangan minat atau kehilangan kesenangan dalam semua aktivitas
  • Perubahan nafsu makan atau berat badan
  • Kesulitan tidur
  • Selalu merasa cemas atau gerakan tubuh dan cara bicara lebih lambat daripada biasanya
  • Sering merasakan kelelahan
  • Perasaan rendah diri, rasa bersalah atau kekurangan
  • Kesulitan berkonsentrasi atau mengambil keputusan
  • Timbul ide untuk bunuh diri

Pengobatan

Meskipun gangguan depresi bisa menjadi kondisi yang fatal, tetapi depresi dapat menjadi lebih baik dengan pengobatan yang tepat. Kuncinya adalah mendapatkan evaluasi kondisi yang tepat dan rencana perawatan khusus. Perencanaan dalam keselamatan penting bagi setiap individu yang memiliki pemikiran percobaan bunuh diri. Setelah mengesampingkan penilaian kemungkinan penyebab medis dan lainnya, rencana perawatan yang berpusat pada pasien dapat mencakup salah satu atau kombinasi dari yang berikut:

  • Psikoterapi termasuk terapi perilaku kognitif, terapi keluarga dan terapi individu.
  • Obat-obatan termasuk antidepresan, stabilisator mood dan obat antipsikotik.
  • Olahraga dapat membantu pencegahan gangguan depresi dan gejala depresi ringan hingga sedang.
  • Terapi stimulasi otak dapat dicoba jika psikoterapi dan / atau obat-obatan tidak efektif. Ini termasuk terapi electroconvulsive (ECT) untuk gangguan depresi dengan psikosis atau stimulasi magnetik transkranial berulang (rTMS) untuk depresi berat.
  • Terapi cahaya, yang menggunakan kotak cahaya untuk mengekspos seseorang dengan cahaya spektrum penuh dalam upaya untuk mengatur hormon melatonin.
  • Alternatif lain termasuk akupunktur, meditasi, iman kepercayaan dan nutrisi dapat menjadi bagian dari rencana perawatan yang lengkap.

Pengobatan

Banyak ragam pengobatan yang tersedia untuk depresi, tetapi seberapa baik pengobatan bekerja tergantung pada jenis depresi dan tingkat keseriusannya. Bagi kebanyakan orang, gabungan antara psikoterapi dan penggunaan obat-obatan memberikan hasil yang lebih baik jika digabungkan daripada dilakukan secara terpisah, tetapi ini adalah sesuatu untuk ditinjau kembali dengan penyedia layanan kesehatan mental Anda.

Psikoterapi

Psikoterapi (atau terapi bicara) memiliki rekam jejak yang sangat baik dalam membantu orang dengan gangguan depresi. Sementara beberapa metode psikoterapi telah lebih banyak diteliti daripada metode terapi lainnya, ada banyak tipe metode lain yang dapat membantu dan efektif. Hubungan yang baik dengan terapis dapat membantu meningkatkan tingkat kesuksesan dalam mengatasi gangguan depresi.

Banyak dokter telah dilatih dalam lebih dari satu jenis psikoterapi, jadi tanyakan kepada dokter Anda jenis psikoterapi apa yang mereka praktikkan dan bagaimana hal itu dapat membantu Anda. Beberapa contoh termasuk:

  • Terapi perilaku kognitif (CBT) memiliki dasar penelitian yang kuat untuk membantu orang-orang dengan gejala depresi. Terapi ini membantu menilai dan mengubah pola pikir negatif yang terkait dengan depresi. Tujuan dari terapi yang terstruktur ini adalah untuk mengenali pikiran negatif dan mengajarkan strategi untuk mengatasi gejala depresi. Terapi ini seringkali dibatasi waktunya dan mungkin dibatasi sebanyak 8-16 sesi dalam beberapa kasus.
  • Terapi interpersonal (IPT) berfokus pada peningkatan masalah dalam hubungan pribadi dan perubahan lain dalam kehidupan yang mungkin berkontribusi terhadap gangguan depresi. Terapis mengajarkan individu untuk mengevaluasi interaksi mereka dengan orang-orang di sekitarnya dan untuk meningkatkan bagaimana mereka berhubungan dengan orang lain. IPT seringkali dibatasi waktunya seperti halnya dengan CBT.
  • Terapi psikodinamika adalah pendekatan terapeutik yang berakar pada mengenali dan memahami pola perilaku dan perasaan negatif yang berakar pada pengalaman masa lalu dan dilakukan untuk menyelesaikan akar dari permasalahan tersebut. Observasi dan mengenali proses dari pemikiran bawah sadar seseorang adalah komponen lain dari psikoterapi ini. Ini dapat dilakukan dalam mode jangka pendek atau jangka panjang.

Psikoedukasi dan Kelompok Pendukung

Psikoedukasi melibatkan pengajaran terhadap individu-individu mengenai penyakit mereka, bagaimana mengobatinya dan bagaimana mengenali gejala-gejala awal. Psikoedukasi keluarga juga bermanfaat bagi anggota keluarga yang ingin memahami apa yang dialami orang yang mereka kasihi.

Sementara itu, kelompok pendukung memberi para peserta kesempatan untuk berbagi pengalaman dan strategi untuk mengatasi depresi. Kelompok pendukung diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kondisi gangguan kesehatan mental, bagi keluarga dan teman penderita, atau kombinasi dari keduanya. Pekerja Profesional kesehatan mental (dokter / konselor / psikolog / psikiater) dapat memimpin beberapa kelompok pendukung, tetapi kelompok juga dapat dipimpin oleh orang-orang yang dirinya mengalami depresi tetapi dalam tahap pemulihan dan pelatihan.

Jelajahi penawaran program pendidikan gratis NAMI dan kelompok dukungan nasional yang menyediakan pendidikan, pelatihan keterampilan, dan dukungan yang luar biasa.

Obat-obatan

Bagi sebagian orang, obat antidepresan dapat membantu mengurangi atau mengendalikan gejala depresi. Antidepresan biasanya memakan waktu 2-4 minggu untuk dapat mulai memberikan efek dan bisa sampli[ai 12 minggu untuk meredakan gejala depresi. Kebanyakan orang harus mencoba berbagai jenis dosis atau pengobatan untuk menemukan apa yang cocok bagi mereka. Berikut adalah beberapa antidepresan yang biasa digunakan untuk mengobati depresi:

 

Selektif Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs) bekerja pada serotonin, zat kimia di dalam otak. Obat kelompok ini adalah obat yang paling umum diresepkan untuk depresi.

  • Fluoksetin (Prozac)
  • Sertralin (Zoloft)
  • Paroksetin (Paxil)
  • Citalopram (Celexa)
  • Escitalopram (Lexapro)

Serotonin-norepinephrine Reuptake Inhibitors (SNRIs) adalah antidepresan paling umum yang kedua. Obat ini meningkatkan serotonin dan norepinefrin.

  • Venlafazin (Effexor)
  • Desvenlafazine (Pristiq)
  • Duloxetine (Cymbalta)

Norepinefrin-dopamin Reuptake Inhibitor (NDRI) meningkatkan dopamin dan norepinefrin. Bupropion (Wellbutrin) adalah obat NDRI yang populer, yang efek sampingnya lebih ringan (dan berbeda) daripada antidepresan lainnya. Bagi sebagian orang, bupropion menyebabkan gejala kecemasan, tetapi bagi orang lain bupropion merupakan pengobatan yang efektif untuk kecemasan.

Mirtazapine (Remeron) menargetkan secara spesifik pada reseptor serotonin dan norepinefrin, sehingga secara tidak langsung meningkatkan beberapa sirkuit pada otak. Mirtazapine lebih jarang digunakan daripada antidepresan yang lebih baru (SSRIs, SNRIs, dan Bupropion) karena dikaitkan dengan penambahan berat badan, sedasi, dan kantuk. Namun, tampaknya jenis obat ini lebih kecil kemungkinannya menyebabkan insomnia, disfungsi seksual, dan mual dibandingkan SSRIs dan SNRIs.

  • Bupropion (Wellbutrin)
  • Mirtazapin (Remeron)

Antipsikotik Generasi Kedua (SGAs), atau “antipsikotik atipikal”, mengobati skizofrenia, mania akut, gangguan bipolar, dan mania bipolar, serta penyakit mental lainnya. SGA dapat digunakan untuk depresi yang resistan terhadap pengobatan.

  • Aripiprazole (Abilify)
  • Quetiapine (Seroquel)

Antidepresan Trisiklik (TCAs) adalah obat yang sudah lama dan jarang digunakan pada saat ini sebagai pengobatan awal untuk depresi. Antidepresan ini bekerja mirip dengan SNRIs tetapi memiliki lebih banyak efek samping. Obat ini kadang-kadang digunakan ketika antidepresan lain tidak bekerja. TCAs juga dapat meredakan nyeri kronis.

  • Amitriptilin (Elavil)
  • Desipramin (Norpramin)
  • Doksepin (Sinequan)
  • Imipramin (Tofranil)
  • Nortriptilin (Pamelor, Avantyl)
  • Protriptilin (Vivactil)

Monoamine Oxidase Inhibitors (MAOIs) saat ini tidak banyak digunakan karena telah ditemukan obat yang lebih baru, lebih efektif dan dengan efek samping yang lebih sedikit. Obat-obatan ini tidak pernah dapat digunakan dalam kombinasi dengan SSRIs. MAOIs terkadang efektif untuk orang yang tidak meresponi pengobatan lain.

  • Fenelzin (Nardil)
  • Isocarboxazid (Marplan)
  • Tranylcypromine Sulfate (Parnate)
  • Patch selegiline (Emsam)

Terapi Stimulasi Otak

Bagi sebagian orang, terapi stimulasi otak mungkin lebih efektif, biasanya dilakukan ketika metode pengobatan yang lain belum efektif. 

  • Terapi Kejut Listrik (Electroconvulsive Therapy – ECT) melibatkan transmisi gelombang listrik ke tubuh pasien untuk mengubah zat kimia dalam otak. ECT memang menyebabkan beberapa efek samping, termasuk kehilangan memori (sementara). Individu harus memahami risiko dan manfaat dari ECT sebelum memulai percobaan pengobatan.
     
  • Terapi Stimulasi Magnet (rTMS) adalah jenis stimulasi otak yang relatif baru, menggunakan magnet alih-alih arus listrik untuk meningkatkan efikasi sirkuit frontal. Pengobatan ini tidak efektif sebagai pengobatan jangka panjang.
     
  • Terapi Stimulasi Saraf Vagus (VNS) memiliki sejarah yang kompleks. Untuk pemahaman yang lebih lengkap tentang pengobatan ini, baca ringkasan NIMH tentang hal ini dan pengobatan stimulasi otak lainnya. 

Pengobatan Komplementer dan Alternatif (CAM)

Hanya mengandalkan metode CAM saja tidak cukup untuk mengobati depresi, tetapi pengobatan ini mungkin berguna bila dikombinasikan dengan psikoterapi dan obat-obatan. Diskusikan ide-ide Anda tentang pengobatan CAM dengan ahli perawatan profesional kesehatan Anda untuk memastikan pengobatan ini tidak akan menyebabkan efek samping atau reaksi negatif pada Anda.

Badan Pusat Nasional untuk Kesehatan Integratif dan Pelengkap Alternatif Pengobatan meninjau penelitian tentang perawatan pendamping yang melengkapi perawatan alternatif. Anda dapat mencari setiap intervensi di situs web mereka. ( https://www.nccih.nih.gov/ )

  • Olahraga. Studi menunjukkan bahwa latihan aerobik dapat membantu mengobati depresi ringan karena meningkatkan endorfin dan merangsang norepinefrin, yang dapat meningkatkan suasana hati seseorang.
  • Asam Folat. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ketika orang dengan depresi kekurangan asam folat (juga disebut vitamin B9), mereka mungkin tidak dapat menerima manfaat sepenuhnya dari pengobatan antidepresan yang dijalankan. Studi menunjukkan bahwa dalam beberapa situasi mengambil L-methylfolate (bentuk aktif dari asam folat) dapat menjadi pengobatan tambahan dengan obat-obatan psikiatri lainnya.
  • St John’s Wort. Tumbuhan ini memiliki sifat kimia yang mirip dengan beberapa SSRIs. Risiko menggabungkan St John’s Wort dengan SSRI dan obat lain sudah terkenal dan substansial.

Perawatan Eksperimental

Perawatan berikut ini tidak disetujui FDA tetapi sedang diteliti:

  • Ketamine. Ketamine, yang disinyalir menawarkan metode baru dalam pengobatan depresi, mungkin memiliki dampak yang berpotensi cepat dan jangka pendek pada depresi dan pikiran untuk melakukan bunuh diri. Ketamine adalah sejenis anestesi yang memiliki nilai jual di pasar gelap (Special K) yang belum dikaji penggunaannya dalam jangka panjang. Ketamine dapat menyebabkan gangguan psikosis memburuk dan bukan pilihan ideal untuk orang dengan gangguan penyalahgunaan narkoba.
  • Stimulasi otak dalam. Perawatan ini telah digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson. Lihat halaman NIMH tentang stimulasi otak untuk informasi lebih lanjut. (https://www.nimh.nih.gov/health/topics/brain-stimulation-therapies/brain-stimulation-therapies )

 

Ditinjau ulang Agustus 2017

Support - Dukungan

Mengatasi depresi tidaklah mudah, tetapi tetap ada bantuan jika Anda, anggota keluarga atau teman anda sedang berjuang mengatasi gangguan depresi. C4OMI dibentuk untuk memberikan dukungan dan sumber daya informasi untuk Anda dan keluarga Anda. 

Membantu Diri Sendiri

Menjalankan gaya hidup yang seimbang dapat membantu Anda mengelola gejala depresi. Berikut adalah beberapa saran dari orang-orang yang pernah mengalami depresi:

  • Pelajari semua yang Anda bisa. Pelajari tentang jenis-jenis pilihan pengobatan yang tersedia. Terhubung dengan orang lain yang mengalami depresi dalam kelompok pendukung atau pertemuan fisik dan online. Hadiri konferensi dan konvensi lokal. Bangun perpustakaan pribadi berisi situs-situs web dan buku-buku yang bermanfaat.(https://www.nami.org/Your-Journey/Individuals-with-Mental-Illness )
  • Kenali gejala awal. Identifikasi kemungkinan tanda-tanda awal dan pemicu yang dapat memperburuk gejala depresi Anda. Dengan pengetahuan ini, Anda dapat mengenali gejala yang muncul dan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan sesegera mungkin. Jangan takut untuk meminta bantuan teman dan keluarga Anda — mereka dapat membantu Anda memantau gejala dan perilaku Anda.
  • Berkolaborasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Berikan penyedia layanan kesehatan Anda semua informasi yang dia butuhkan untuk membantu Anda dalam pemulihan — termasuk reaksi dari efek samping apa pun terhadap obat-obatan, gejala Anda, atau pemicu apa pun yang Anda rasakan / temukan. Kembangkan kepercayaan dan komunikasikan secara terbuka.
  • Tahu apa yang harus dilakukan dalam saat-saat krisis. Pastikan mengingat nomor hotline komunitas Anda atau pusat rawat jalan darurat. Ketahui cara menghubungi mereka dan simpan informasinya.
  • Temukan dukungan emosional dari orang lain yang mengalami depresi. Bagikan cerita, pemikiran, ketakutan, dan pertanyaan Anda dengan orang lain yang memiliki kondisi yang sama. Terhubung melalui forum online atau program pendidikan sebaya seperti C4OMI (NAMI) Peer-to-Peer atau kelompok pendukung seperti C4OMI-Connecting Support Group (NAMI Connection.)
  • Hindari obat-obatan terlarang dan alkohol. Keduanya dapat mengganggu keseimbangan emosional dan berinteraksi secara negatif dengan obat-obatan untuk gangguan depresi. Anda mungkin berpikir menggunakan alkohol atau obat-obatan akan membantu Anda merasa lebih baik, tetapi menggunakannya dapat menghambat pemulihan Anda atau memperburuk gejala depresi.
  • Menjadi sehat secara fisik. Makan-makanan yang sehat dan rutin berolahraga. Untuk menghilangkan stres, cobalah kegiatan seperti meditasi, yoga atau Tai-Chi.

Membantu Anggota Keluarga Atau Teman

Ketika seseorang yang Anda peduli dan kasihi mengalami gejala gaangguan kesehatan mental, Anda menghadapi tantangan unik tersendiri, termasuk dinamika keluarga yang kompleks, isolasi sosial, dan perilaku yang seringkali tidak dapat diprediksi. Mendapatkan dukungan untuk diri sendiri sangat penting bagi Anda agar dapat membantu orang yang Anda kasihi.

  • Pelajari lebih lanjut tentang kondisi orang yang Anda kasihi. Belajar tentang kondisi yang dialami orang yang Anda kasihi akan membantu Anda lebih memahami dan bagaimana cara untuk mendukung mereka. Baca akun pribadi dari pengalaman hidup yang penuh dengan tips dan saran di Blog NAMI:
  1. Depresi adalah Penyakit, Bukan Kelemahan
  2. Hidup dengan Depresi: Bagaimana Caranya Untuk Tetap Bekerja
  • Kenali gejala awal. Depresi sering memiliki tanda-tanda awal, seperti suasana hati yang buruk, merasa lelah dan lesu atau sulit tidur. Diskusikan episode depresi masa lalu kawan atau kerabat Anda dengan mereka, demi membantu mereka meningkatkan kemampuannya dalam mengenali tanda-tanda awal lebih dini.
  • Komunikasikan. Bicaralah dengan jujur dan ramah. Jangan memarahi atau menyalahkan orang yang sedang depresi atau mendesak mereka untuk “berusaha lebih keras” atau untuk “berbahagialah.” Sebaliknya, tawarkan bantuan yang spesifik dan tindak lanjuti tawaran tersebut. Beri tahu orang yang Anda sayangi bahwa Anda mempedulikan mereka. Tanyakan kepada mereka bagaimana perasaan mereka dan dengarkan mereka dengan sungguh-sungguh.
  • Meresponi situasi dengan tenang dan rasional. Bahkan jika anggota keluarga atau teman Anda berada dalam keadaan krisis, sangatlah penting untuk tetap tenang. Dengarkan kekhawatiran mereka dan buat mereka merasa dipahami — lalu ambil langkah selanjutnya untuk mendapatkan bantuan.
  • Temukan dukungan emosional dari orang lain. Bagikan pemikiran, ketakutan, dan pertanyaan Anda dengan orang lain yang memiliki orang yang dikasihi dengan kondisi serupa. Terhubung dengan orang lain melalui forum online atau program edukasi C4OMI (NAMI) sesama penyintas gangguan kesehatan mental (Program Edukasi Peer to Peer).

Ditinjau ulang Agustus 2017


Diterjemahkan dari:

Nama Situs: www.nami.org

URL: https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Mental-Health-Conditions/Depression

Penterjemah: Eunike Hidayat (10 Juni 2023)

Prev
Next

Related Posts

GANGGUAN DEPRESI
July 26, 2023

Gangguan depresi (lebih sering disebut sebagai depresi) adalah gangguan kesehatan...

Learn more
We educate, support, alongside and advocate.

Contact Us

Bandung

C4OMI.Indonesia@gmail.com

0896-7897-8655