Anosognosia adalah kondisi ketika seseorang tidak menyadari adanya gangguan mental pada diri mereka sendiri atau tidak dapat dengan akurat menangkap gejala-gejala yang mereka alami.
Ketika seseorang menolak diagnosis gangguan kesehatan mental (mental illness), kita akan tergoda untuk mengatakan bahwa dia dalam “penyangkalan”. Namun, seseorang dengan penyakit mental akut mungkin tidak berpikir cukup jernih untuk secara sadar memilih penyangkalan. Mereka mungkin mengalami “kurangnya wawasan” atau “kurangnya kesadaran”. Kondisi medis ini secara formal disebut anosognosia, berasal dari bahasa Yunani yang berarti “tidak mengetahui suatu penyakit”.
Ketika kita berbicara tentang anosognosia pada penyakit mental, yang kita maksudkan adalah bahwa seseorang tidak menyadari kondisi kesehatan mentalnya sendiri atau bahwa mereka tidak dapat merasakan kondisi mereka secara akurat. Anosognosia adalah gejala umum dari penyakit mental tertentu, yang mungkin paling sulit dipahami oleh mereka yang belum pernah mengalaminya.
Anosognosia bersifat relatif. Kesadaran diri dapat bervariasi dari waktu ke waktu, sehingga memungkinkan seseorang untuk mengenali penyakitnya pada suatu waktu dan membuat pengetahuan tersebut menjadi tidak mungkin di waktu yang lain. Ketika kesadaran berubah-ubah dari waktu ke waktu, kita mungkin berpikir bahwa seseorang menyangkal kondisi mereka karena takut atau keras kepala, tetapi variasi dalam kesadaran merupakan ciri khas anosognosia.
