HIDUP DENGAN DEPRESI: BAGAIMANA CARANYA UNTUK TETAP BEKERJA
7 April 2017
Penulis: Emily Johnson
Saya hidup dengan episode depresi tanpa tanda dan gejala depresi sebagaimana yang ada di dalam diagnosa depresi, sehingga relatif saya dapat menjalani kehidupan dan pekerjaan saya secara “normal” (high-functioning depression). Saya bergumul dalam kondisi tersebut sejak 2015, ketika saya menganggapnya hanya sebagai kelelahan saja. Pengobatan dan terapi telah membantu saya merasa lebih baik, tetapi saya masih mengalami beberapa episode depresi. Terkadang pergi ke kantor pun tampaknya hampir mustahil—meskipun saya mencintai pekerjaan saya. Dan seperti kebanyakan orang lain, saya tidak mempunyai kebebasan dan kestabilan finansial untuk berhenti bekerja sementara waktu. Tapi yang saya dapati adalah: Anda dapat bekerja sementara sedang mengalami depresi.
Ya, depresi dapat membuat pekerjaan lebih menantang, tetapi Anda masih bisa produktif. Dibutuhkan penerimaan diri dan komunikasi terbuka dengan rekan-rekan profesional Anda dan berbagai sarana lainnya. Butuh waktu bagi saya untuk menemukan caranya, tetapi sekarang saya merasa bahwa saya dapat secara efektif mengatasi depresi saya di tempat kerja. Inilah bagaimana cara saya melakukannya:
Ketika mengalami depresi, Anda mungkin puas dengan kenyataan bahwa Anda berhasil mengatasi kesulitan sehingga dapat datang untuk bekerja. Tetapi sekarang setelah Anda berada di meja Anda, Anda benar-benar harus menyelesaikan tugas-tugas Anda. Untuk mengatasi kurangnya konsentrasi dan energi, bagilah pekerjaan Anda menjadi beberapa bagian kecil dengan jeda waktu di antara bagian atau tugas selanjutnya.
Misalnya, ketika saya menulis komentar untuk blog saya, saya memulainya dengan dua paragraf. Setelah saya menyelesaikan dua paragraph tersebut, saya beristirahat 15 menit. Lalu saya kembali menulis paragraf berikutnya. Taktik ini membantu menyelesaikan tugas selangkah demi selangkah.
“Lakukan sesuatu yang produktif, dan Anda tidak akan punya waktu untuk depresi.” Seberapa sering Anda mendengar nasihat semacam ini ketika sedang sedih, stres atau tertekan? Tak terhitung jumlahnya. Dan yang menarik adalah: Banyak orang percaya bahwa kecanduan kerja (terobsesi untuk melakukan sesuatu yang “produktif”) dapat menyembuhkan gangguan emosional seseorang. Namun, saya dapat memberi tahu Anda dari penglaman langsung bahwa prinsip memadamkan api dengan api tidak membantu.
Tidak ada salahnya untuk menolak suatu tugas ketika Anda tahu bahwa kolega Anda dapat menyelesaikan tugasnya sendiri. Delegasikan jika perlu. Dan pertimbangkan untuk memberi tahu mereka tentang kondisi Anda jika Anda merasa nyaman dan mendapatkan dukungan.
Meskipun ada potensi kerugian untuk bersikap terbuka tentang kondisi kesehatan mental di tempat Anda bekerja, tetap akan ada manfaatnya untuk memberi tahu rekan kerja dan atasan Anda. Jelaskan kondisi dan gejala Anda dengan cara yang dapat mereka pahami — bahwa Anda berusaha mengatasi depresi, bukan kehilangan minat dalam bekerja. Mungkin juga ada fasilitasi khusus yang tersedia untuk kondisi Anda, seperti bekerja dari rumah.
Heartfulness adalah sejenis meditasi untuk lebih mendengarkan hati Anda dari sekadar pikiran Anda sebagai prinsip panduan Anda dalam hidup. Karena depresi adalah kondisi kejiwaan (pikiran), dengan lebih memperhatikan hati Anda akan dapat membantu Anda membuat keputusan dan terus bekerja ketika pikiran Anda mengatakan “Anda tidak bisa” atau “Apa sih gunanya?.” Anda dapat memulai latihan ini dengan berfokus ke dalam dan “mendengarkan” hati Anda sekali sehari.
Lingkungan kerja dapat memengaruhi suasana hati Anda; komponen fisik seperti pencahayaan, suhu, warna, dan suara dapat memengaruhi kesehatan mental Anda. Jadi, ciptakanlah suasana yang positif dan nyaman — bawalah tanaman, foto keluarga Anda, kutipan motivasi, atau apa pun yang menginspirasi Anda. Suara keras dapat mengganggu rentang perhatian dan suasana hati, jadi mungkin akan membantu jika Anda memiliki headphone yang dapat meredam suara untuk membantu Anda lebih fokus dalam bekerja.
Anda dapat memiliki pekerjaan full-time dan kehidupan yang memuaskan meskipun Anda mengalami depresi. Membangun suatu kebiasaan hidup tertentu, terapi yang efektif dan perawatan medis dapat membantu Anda untuk pulih dan terus bekerja secara efisien. Tidak ada yang mustahil bagi mereka yang telah menemukan kekuatan untuk menerima dan berani menghadapi kondisi depresinya.
Emily Johnson adalah penulis dan kontributor untuk banyak situs web mengenai kesehatan dan produktivitas kerja. Dia membagikan pengalamannya dengan orang lain dan Anda selalu dapat menemukan lebih banyak karyanya di Twitter.
Diterjemahkan dari:
Nama Situs: www.nami.org
URL: https://nami.org/Blogs/NAMI-Blog/April-2017/Living-with-Depression-How-to-Keep-Working
Judul asli artikel: Living with Depression: How to Keep Working
Penerjemah: Eunike, 10 Juni 2023
Diperiksa ulang: Lily Efferin, Markus K. Hidajat